Kota Jogja memang penuh kenangan , apalagi dengan makanan khas kota ini yaitu Gudeg. Gudeg merupakan makanan tradisional yang masih eksis sampai sekarang. Mungkin Anda juga punya kenangan manis dengan kota yang sangat atraktif ini.
Jogjakarta seakan memiliki magnet luar biasa yang bisa menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang berulang - ulang mengunjungi kota ini. Ini cerita bukan bualan , saya pernah chatting dengan seorang turis wanita asal Belanda dimana dia sudah hampir 7 kali bolak - balik mampir ke Jogja selama hampir 15 tahun kunjungannya ke wilayah Asia Tenggara. Dia menambahkan bahwa ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan kenapa , yang membuat dia ingin lagi mengunjungi Jogja lagi.
Bagi saya , Jogja memang kota yang memiliki penampilan yang berbeda dengan kota lainnya di Indonesia. Kalau dirunut memang di Jogja dan sekitarnya banyak obyek wisata unggulan , misalnya Candi Borobudur , Istana Jogjakarta, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Kasongan Art Centre, Candi Mendut , Gunung Dieng , Istana Ratu Boko, Pantai Parangkusumo dan sebagainya.
Belum lagi , sajian kuliner menantang selera yang ada disana . Mulai dari Ayam goreng kalasan, gudeg jogja, Ayam goreng Mbok Berek, angkringan , bakmi jogja, kopi joss bara arang, puyuh goreng , teh pocih , bakpia pathok , geplak dan sebagainya masih banyak lagi.
Seminggu wisata disana kagak habis untuk wisata kuliner aja. Oleh karena itu , Jogja memang perlu dikunjungi di lain waktu supaya terpenuhi semua untuk mencoba aneka kuliner disana. Sekali lagi, memang Jogja kota yang ngangenin untuk dikunjungi.
Untuk kuliner yang satu ini , yaitu gudeg khas Jogja wajib juga dibuat sendiri di tempat tinggal Anda. Apa salahnya jika membuat gudeg sendiri ? Nah , kalau begitu ini dia resepnya sekalian bisa langsung dipraktekan.
Perlu dipahami sebelumnya bahwa gudeg jogja memiliki 4 unsur kombinasi utama yaitu : opor ayam , jangan gori / tewel , oseng krecek dan telur pindang.
1. Dibuat dulu gudeg gorinya / tewel :
Bahan dan bumbu :
- 1 kg gori / tewel , potong-potong
- 15 butir telur rebus ( kupas kalau ingin bumbunya lebih meresap )
- 800 cc air kelapa atau 1 sdt cuka
- 8 lbr daun salam
- 8 iris lengkuas tipis
- 200 gr gula merah, iris halus
- 2000 cc santan, bikin dari 1 butir kelapa
- 3Daun jati kering
Bumbu yang dihaluskan :
- 12 siung bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 3 sendok teh t ketumbar
- Garam secukupnya
Cara membuatnya :
- Siapkan panci yang beralas tebal, alaskan daun salam dan daun jati di dasar panci lalu letakkan di atasnya irisan lengkuas. Kemudian masukkan berturut turut potongan nangka muda, telur rebus, dan gula merah.
- Campur bumbu halus dengan 500 cc air kelapa atau cuka, aduk rata hingga larut lalu siramkan ke dalam panci.
- Tambahkan air kelapa secukupnya sebatas tinggi nangka dan telur menjadi agar terendam. Tutup panci rapat-rapat, masak diatas api sedang dan jangan dibuka dulu tutupnya sebelum 2 jam. Setelah 2 jam, buka tutupnya. Jika airnya sudah sedikit, angkat dulu telurnya dan sisihkan sementara agar tidak hancur.
- Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka. Masukkan kembali telurnya sampai sedikit terkubur dalam nangka.
- Kemudian masak lagi dengan api kecil sambil diaduk sampai matang atau sampai santan habis dan gudeg berwana coklat kemerahan.
- Siramkan areh/ kuah opor ayam kental di atas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.
2. Cara membuat opor ayam
Bahan dan bumbu :
- 2 ekor ayam, potong 8, goreng setengah matang
- 4 buah tahu putih besar, potong 4, goreng
- 1,5 liter santan dari 3 butir kelapa ( pisahkan kental dan encer )
- 4 sdt gula merah
- 4 btg serai, memarkan
- 6 lbr daun jeruk purut
- minyak goreng untuk menumis
Haluskan :
- 15 btr bawang merah
- 10 siung bawang putih
- 10 btr kemiri sangrai
- 1 sdt ketumbar disangrai dulu
- 1,5 sdt jintan sangrai
- 3 cm langkuas
- garam secukupnya
Cara membuat :
- Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum lalu tuangi santan cair. Masukkan gula merah, serai, daun jeruk purut, didihkan.
- Masukkan ayam dan tahu yang telah digoreng sampai kuah tinggal setengah. Masukkan santan kental, timba-timba agar santan tidak pecah. Masak terus sampai santan agak mengental.
3. Oseng - oseng krecek
Bahan dan bumbu :
- 400 gr krupuk krecek khusus masakan
- 200 gr kacang tolo, cuci bersih, tiriskan.
- 25 gr cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau1 sdt asam
- 1 ltr santan dari 1 butir kelapa (pisahkan yang kentalnya)
- 3 lbr daun salam
- 6 cm lengkuas, memarkan
- 100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus
- 100 cc minyak goreng
- garam secukupnya
- gula merah secukupnya
Haluskan bumbu ini :
- 12 btr bawang merah
- 8 siung bawang putih
Cara mengolah oseng - oseng krecek :
- Cuci kacang tolo sampai bersih, tiriskan dan masukkan dalam air mendidih dipanci hingga terendam kurleb 5 cm diatasnya. Diamkan selama 2 jam, hingga kacang mengembang.
- Rebus kembali, didihkan selama kurang lebih 10 menit (tambahkan airnya hingga tetap terendam air 5 cm diatasnya).
- Tiriskan dan bilas dengan menyiramkan air sampai bilasannya jernih.
- Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak, peras dengan kedua telapak tangan saling menggengam agar krecek tidak hancur. Bilas dan peras lagi beberapa kali dengan cara yang sama, sampai keluar semua minyak yang coklat kehitaman dan airnya jernih.
-Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak goreng, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
-Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
- Tuangkan santan cair, didihkan, bubuhi garam dan gula.
- Masukkan Kacang Tolo, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya dan santan kental.
- Aduk - aduk agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
- Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.
Jika oseng krecek , sayur gori , opor ayam sudah selesai , maka gudeg jogja sudah siap untuk diajikan. Selamat mencoba resep ini dan semoga sukses selalu.
Selasa, 12 April 2016
Surabaya food
by agung wisnoe broto | 
in Blogging Hit
at 06.49
Popular Posts
Category
Blog Archive
Contributors
Proudly Powered by Blogger.
0 komentar: